photo : Kemacetan dibeberapa titik
Kalbar.WARTAGLOBAL.id-Selama arus mudik Lebaran 2025, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat sebanyak 1.477 kecelakaan lalu lintas terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 orang meninggal dunia, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatat sekitar 1.200 kecelakaan dengan 180 korban jiwa.
Menurut Polri, faktor utama penyebab kecelakaan selama periode mudik ini adalah kelelahan pengemudi, kondisi jalan yang tidak optimal, serta pelanggaran lalu lintas. Banyak pengemudi yang tetap memaksakan diri untuk berkendara dalam kondisi lelah demi segera sampai di kampung halaman. Selain itu, faktor lain seperti tidak menggunakan helm bagi pengendara motor dan tidak mengenakan sabuk pengaman bagi pengguna mobil turut meningkatkan risiko fatalitas.
Peningkatan volume kendaraan di jalan tol dan jalur alternatif juga menjadi faktor yang memperparah kondisi lalu lintas selama arus mudik. Beberapa titik rawan kecelakaan seperti jalur Pantura, Tol Cipali, dan Jalur Selatan Jawa mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan. Kepadatan ini sering kali membuat pengemudi tergesa-gesa, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebagai langkah antisipasi, Polri telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi angka kecelakaan di tahun-tahun mendatang. Peningkatan jumlah pos pengamanan di titik rawan kecelakaan, patroli intensif, serta pemasangan rambu-rambu peringatan tambahan menjadi bagian dari upaya pencegahan. Selain itu, kampanye keselamatan berkendara terus digencarkan melalui berbagai media dan sosialisasi langsung di lapangan.
Selain peran kepolisian, kesiapan pengemudi juga menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan kendaraan, termasuk rem, lampu, ban, dan kondisi mesin, juga harus dilakukan sebelum berangkat agar terhindar dari risiko kecelakaan akibat gangguan teknis.
Keselamatan selama perjalanan mudik harus menjadi prioritas utama bagi setiap pemudik. Dengan disiplin berlalu lintas, kesadaran akan pentingnya istirahat cukup, serta kepatuhan terhadap aturan jalan raya, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Semua pihak, baik pemerintah, kepolisian, maupun masyarakat, harus bekerja sama untuk menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman di masa mendatang.(MUL)

KALI DIBACA
No comments:
Post a Comment