Kalbar.WARTAGLOBAL.id-- Pontianak, 31 Desember 2025, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K.,M.H., menggelar konferensi pers akhir tahun guna memaparkan capaian kinerja jajaran Polda Kalbar sepanjang tahun. Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Kalbar tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polda Kalbar serta insan pers dari berbagai media.
Dalam keterangannya, Kapolda Kalbar menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalimantan Barat secara umum berada dalam kondisi aman dan kondusif. Hal tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian yang didukung sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.
Lebih lanjut, Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa pada tahun 2025 Polda Kalbar memberikan fokus serius terhadap pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sepanjang tahun berjalan, jajaran Ditresnarkoba Polda Kalbar bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 813 kasus narkoba dengan mengamankan sebanyak 132 tersangka.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi narkotika jenis sabu seberat 214 kilo gram dengan nilai taksiran mencapai Rp85,766 miliar, narkotika jenis ganja seberat 10,52 gram senilai Rp8,7 juta, serta narkotika jenis ekstasi sebanyak 57.590,50 butir dengan nilai sekitar Rp14,4 miliar. Total nilai keseluruhan barang bukti narkotika yang berhasil disita mencapai Rp100,2 miliar, yang diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 272 ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kapolda Kalbar menegaskan bahwa fokus utama Polda Kalbar dalam penanganan kasus narkotika dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap jaringan narkoba, termasuk dengan menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai bagian dari pola asset recovery. Langkah ini bertujuan untuk memutus mata rantai kejahatan sekaligus memulihkan aset agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan negara.
Selain itu, Irjen Pol Pipit Rismanto juga menyampaikan pesan khusus kepada insan pers untuk terus berperan aktif melakukan fungsi kontrol sosial. Ia meminta media turut mengawasi dan menginformasikan kepada aparat apabila menemukan SPBU yang kerap menyalurkan BBM tidak sesuai aturan, baik terkait distribusi, volume, maupun peruntukannya. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menjaga transparansi dan keadilan distribusi energi bagi masyarakat.
Menutup konferensi pers, Kapolda Kalbar mengapresiasi dedikasi seluruh personel Polda Kalbar dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Ia berharap ke depan kinerja kepolisian semakin profesional, dipercaya publik, dan mampu menjawab tantangan hukum yang semakin kompleks.
Editor : Muchlisin

