Gelar Bangsawan dari Kesultanan Sulu untuk Sugioto: Pengakuan Lintas Negara atas Dedikasi Sosial dan Budaya - Warta Global Kalbar

Mobile Menu

Top Ads

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Gelar Bangsawan dari Kesultanan Sulu untuk Sugioto: Pengakuan Lintas Negara atas Dedikasi Sosial dan Budaya

Friday, 13 February 2026


Kalbar.WARTAGLOBAL.id-- Pontianak, 13 Februari 2026, Penganugerahan gelar bangsawan dari Kesultanan Sulu kepada Sugioto menjadi sorotan publik. Gelar tersebut diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi nyata, konsisten, dan berdampak dalam bidang sosial, budaya, kemasyarakatan, serta hubungan antarkomunitas lintas wilayah. Tidak sekadar seremoni, penghargaan ini disebut sebagai bentuk legitimasi atas kiprah panjang yang telah dijalani Sugioto di tengah masyarakat.

Bagi Sugioto, gelar Pehin Sri yang disematkan kepadanya bukan hanya simbol kehormatan personal. Ia memandangnya sebagai amanah besar atas nilai jasa, bhakti, solidaritas, dan kepedulian yang selama ini ia rawat dalam berbagai aktivitas sosial dan kebudayaan. “Ini bukan sekadar kehormatan, tapi kepercayaan yang harus dijaga. Ada nilai yang harus dirawat dan hubungan lintas negara yang harus terus dipererat,” ujarnya.

Penganugerahan ini juga merefleksikan hubungan historis dan kultural antara wilayah Nusantara dan Kesultanan Sulu yang telah terjalin jauh sebelum batas-batas negara modern terbentuk. Ikatan tersebut, menurut Sugioto, berakar dari sejarah panjang interaksi perdagangan, budaya, hingga relasi kekeluargaan di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai, momentum ini menjadi pengingat bahwa identitas kawasan dibangun atas warisan nilai bersama yang melampaui sekat administratif negara.

Di tengah kebanggaan tersebut, Sugioto menyadari tanggung jawab moral yang kini melekat semakin besar. Gelar bangsawan, katanya, bukanlah puncak pencapaian, melainkan titik awal untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehormatan sejati tidak terletak pada atribut kebangsawanan, tetapi pada konsistensi dalam memberi dampak nyata dan menjaga warisan budaya lintas generasi.

Melalui penganugerahan ini, Kesultanan Sulu menegaskan kembali komitmennya terhadap pelestarian nilai budaya, pengabdian sosial, serta solidaritas lintas etnis di era modern. Di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis identitas lokal, penghargaan tersebut menjadi pesan kuat bahwa akar sejarah dan budaya tetap relevan sebagai fondasi hubungan antarbangsa di Asia Tenggara.

Gelar Pehin Sri yang kini disandang Sugioto pun menjadi simbol diplomasi kultural, sebuah jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara sejarah dan masa depan. Sebuah pengakuan bahwa kontribusi sosial dan budaya mampu menembus batas negara, sekaligus mempertegas bahwa hubungan serumpun di kawasan ini masih hidup dan terus bertumbuh.


Sumber : LPK- RI Kalbar
Editor     : Muchlisin

Klik