Baru Rampung, Jalan Desa Durian–Pasak Sudah Retak: Proyek Rp 4,8 Miliar Dipertanyakan Warga - Warta Global Kalbar

Mobile Menu

Top Ads

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Baru Rampung, Jalan Desa Durian–Pasak Sudah Retak: Proyek Rp 4,8 Miliar Dipertanyakan Warga

Sunday, 30 November 2025

Kalbar.WARTAGLOBAL.id-- Kubu Raya minggu 30 November 2024, Proyek peningkatan jalan Desa Durian–Pasak yang dikerjakan CV Murizka Mulya Malaya dengan nilai anggaran Rp 4.873.510.000 kembali menuai kritik pedas dari masyarakat. Pekerjaan yang dimulai pada 28 Juli 2025 itu memiliki tenggang waktu 150 hari kerja, dengan konsultan pengawasan berada di bawah PT Samara Karya. Meski demikian, proyek ini dinilai sarat kejanggalan sejak awal.

Proyek yang seharusnya memiliki waktu pengerjaan panjang, justru rampung lebih cepat dari batas kontrak. Alih-alih menjadi kabar baik, penyelesaian cepat ini malah menimbulkan tanda tanya warga. Banyak yang menduga pekerjaan terkesan terburu-buru dan tidak melalui proses yang matang sesuai standar konstruksi.

Kekhawatiran itu terbukti ketika masyarakat menemukan keretakan di beberapa titik ruas jalan, padahal pembangunan baru saja selesai. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam dari warga yang selama ini berharap jalur penghubung penting itu bisa digunakan dengan aman dan nyaman untuk jangka panjang.




“Belum habis waktu kerja, proyek sudah selesai. Tapi jalan mulai retak di sana-sini. Kami jadi ragu kualitasnya,” ungkap salah seorang warga yang melihat langsung kondisi lapangan. Ia menilai hasil pekerjaan tidak sebanding dengan besarnya dana yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut.

Masyarakat kini mendesak pihak dinas dan lembaga pengawasan terkait untuk segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu proyek. Mereka menilai retaknya jalan sesaat setelah rampung merupakan sinyal kuat adanya dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, baik dari sisi material maupun metode pelaksanaan.

Dengan nilai proyek mendekati Rp 5 miliar, warga meminta transparansi dan akuntabilitas. Mereka menegaskan bahwa anggaran negara harus digunakan dengan penuh tanggung jawab, bukan menghasilkan infrastruktur yang rapuh dan tidak layak. Polemik ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan hingga pihak terkait memberikan klarifikasi resmi.


Editor : Muchlisin WGR

Klik